Sebagai salah satu kampus penganut sistem modul yang mengganti sistem blok. Kami menghadapi minggu summatif 2 kali dalam satu modul (yang berkisar antara 4-5minggu). Entah kenapa saya menyebutnya minggu summatif, dikala sebenarnya ulangan ini cuma terjadi dalam satu hari. Mungkin ada hubungannya dengan derita persiapan yang sudah dapat dirasakan seminggu sebelumnya. hehe
Yah, kata dokter-dokter jaman dulu sih: "kalian enak sekarang jadi dokter, dulu kami ulangan tiap minggu". saya cuma terdiam dengan pikiran "derita tetap derita dok, ga peduli seminggu sekali atau sebulan dua kali". Naif memang jawaban saya, tapi yah masalah perbedaan sistem edukasi dokter yang terus berubah itu ranca diskusinya ada dibeda tempat.
Minggu Summatif!! Yey, bagai pergi berperang tiap-tiap orang mempunyai strategi yang berbeda dalam menghadapinya. Ada yang menghadapi dengan lebih banyak bertekuk lutut, berdoa minta wangsit dan pengampunan, ada pula yang mengkompensasikan rasa stress dengan habit makan yang kompulsif. Yah, bagi beberapa mahasiswa kedokteran dengan tingkat kejiwaan yang masih sehat, mereka menghadapinya dengan membaca ulang isi kuliah, membuka tentir (rangkuman kuliah) dan membaca buku-buku.
Dari sini dapat dilihat secara sekilas bahwa summatif itu mempunyai efek yang cukup variatif dalam kehidupan seorang mahasiswa. Yah mulai dari penambah berat badan, perusak hubungan romantis, media rohani yang mendekatkan diri kita pada Tuhan sampai cuma angin yang berlalu. Bagi saya summatif itu rasa sakit temporer yang dapat di analogikan dengan sakit temporer manusia dalam hidup sebelum akhirnya mati dan naik ke surga (atau neraka) nantinya.
![]() |
| Stressed and Desserts? I wish it was that simple Mrs. |
Summatif adalah cobaan, saya akui itu. Namun sembari saya membaca beribu-ribu slides berisi bahan kuliah saya menyadari bahwa satu summatif sama artinya dengan satu langkah lebih dekat menuju terkabulnya mimpi saya: menjadi seorang dokter. Summatif adalah tangga yang butuh tenaga untuk dilewati (walaupun saya 1000x lebih memiliki turun naik tangga daripada menghadapi summatif).
PS. Misteri terbesar summatif adalah penulisannya; sumatif? summatif? summative? sumative? atau zumatip? tergantung selera mungkin.
PS. Misteri terbesar summatif adalah penulisannya; sumatif? summatif? summative? sumative? atau zumatip? tergantung selera mungkin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar