Rabu, 13 April 2011

Apple of My Eyes

Pernah ga sih mengalami saat-saat dimana semua itu berjalan sempurna? Gue tepatnya baru ngalamin 192menit yang sempurna. Mulai dari kontak secara mobile (yang jarang banget gue lakuin, tapi gatau kenapa hari ini terjadi), bicara sama dia, jalan disamping dia bahkan saat sempat nyium bau dia yang amat khas.

Tapi pada saat waktu itu berakhir, segala macam alasan gue pikirin untuk mencegah ini ga berakhir. 

Dia pulang ke arah lain, gua panik dan sibuk mikirin seribu alesan: dari mau nemenin karena takut ada yang isengin, dari mau bilang kalau gue harus pergi ke arah yang sama dengan dia, dan berbagai macam ide gila lainya. 

Namun alhasil, dia harus pulang dan gua cuma melambaikan tangan, terdiam dan berjalan ke arah lainnya. Dari kejauhan gua cuma bisa melihat sembari dia mulai menjauh dari pandangan. Alhasil waktu yang sempurna habislah sudah. Tidak akan ada lagi waktu seperti ini, besok kita kembali ke kehidupan masing-masing, ke mimpi dan cita-cita masing-masing, ke teman dan masalah yang terpisah. Sedih, analogi kita berpisah arah pulang ternyata menandakan perpisahan jalan hidup kita juga.

You know what: Gua ga menyesali ama sekali ini berakhir, menurut gua dengan berakhirnya ini gua jadi tau dan sadar kalau beberapa menit yang baru gua lewati adalah menit sempurna. Ga ada yang bisa ngegantiin waktu-waktu itu.

yang gua sesali cuma satu:

i wish she'd know
that she's the apple of my eyes.

Even a Pear know that your the Apple of My Eyes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar